Jumat, 24 April 2020

PEMANGGANG ROTI

10 Langkah dan Cara Menggunakan Toaster - Tokopedia Blog
 Pemanggang Roti adalah alat yang di gunakan untuk memanggang roti yang telah di iris iris berbetntulempengan lempengan. panas yang di hasilkan pada elemen pemanas dan kawat nikelin pipih yang di lilitkan pada tahanan yang anti panas seperti asbes atau mika. roti yang telah diiris di masukan ke dalam rongga pemanggang yang tersedia dalam pemanggang roti di panggang dan beberapa waktu kemudian roti akan matang.
dalam Pemanggang roti tersusun menjadi beberapa bagian :
  1. Rumah pelindung.                                                                                                                             rumah pelindung si lapisi dengan bahan chrom atau di cata dengan tahan panas agar tidak korosi atau lonyot.
  2. Elemen Pemanas .                                                                                                                            untuk menghasilkan panas da sebagai sumber pemanas yang di gunakan untuk pemanggangan di butuhkan elelmen pemanas sebagai sumber panas.
  3. Dudukan roti .Dudukan roti di buat sedemikian rupa sehingga dapat naik turun. menurunya di lakukan dengan cara manual dan di naikan dengan cara otomatis bila roti sudah matang.
  4. Thermosstat dan timer , thermostat berfungsi bila panas sudah melebihi kapasitas maka elemen pemans akan lepas dari arus listrrik .timer berfungsi untuk mengeset lamanya waktu pemanggangan.
Pemanggang roti ini sering di gunakan dalam rumah tangga.biasanya di gunakan untuk menggantikan makan pagi.karena kemudahan inilah pemanggang roti di kelompokan dalam peralatan rumah tangga.

KABEL LISTRIK

Pengertian Kabel Listrik dan Jenis-jenisnya - Teknik Elektronika
Kabel Listrik yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Cable adalah media untuk menghantarkan arus listrik yang terdiri dari Konduktor dan Isolator. Konduktor atau bahan penghantar listrik yang biasanya digunakan oleh Kabel Listrik adalah bahan Tembaga dan juga yang berbahan Aluminium meskipun ada juga yang menggunakan Silver (perak) dan emas sebagai bahan konduktornya namun bahan-bahan tersebut jarang digunakan karena harganya yang sangat mahal. Sedangkan Isolator atau bahan yang tidak/sulit menghantarkan arus listrik yang digunakan oleh Kabel Listrik adalah bahan Thermoplastik dan Thermosetting yaitu polymer (plastik dan rubber/karet) yang dibentuk dengan satu kali atau beberapa kali pemanasan dan pendinginan.Kabel Listrik pada dasarnya merupakan sejumlah Wire (kawat) terisolator yang diikat bersama dan membentuk jalur transmisi multikonduktor. Dalam pemilihan kabel listrik, kita perlu memperhatikan beberapa faktor penting yaitu warna kabel listrik, label informasi dan aplikasinya. Informasi yang tercetak di kabel listrik merupakan informasi-informasi penting tentang kabel listrik yang bersangkutan sehingga kita dapat menyesuaikan kabel listrik tersebut dengan penggunaan kita. Informasi-informasi penting yang tercetak di kabel listrik tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Ukuran Kabel (Cable Size), yaitu ukuran pada setiap individu wire yang terikat bersama pada kabel yang bersangkutan. Berdasarkan ukuran American Wire Gauge (AWG), Ukuran yang tercetak tersebut diantaranya seperti 8, 10, 12, 14, 16 dan lain-lainnya yang masing-masing angka tersebut mewakilkan diameter wire pada kabelnya. Makin besar angka tersebut makin kecil ukuran wire kabelnya. Sedangkan di Indonesia, kita biasanya menggunakan satuan mm2 seperti 1.5mm², 2.5mm², 4mm², 6 mm² dan seterusnya.
  • Tegangan nominal, yaitu tegangan operasional wire kabel yang bersangkutan seperti 450/750V yang artinya tegangan nominalnya adalah sekitar 450V hingga 750V.
  • Kode Bahan dan Jumlah Wire dalam Kabel, beberapa kode kabel yang sering kita jumpai diantaranya seperti NYA, NYAF, NGA, NYM, NYMHY, NYY, NYYHY dan lain-lainnya. Dari kode tersebut kita dapat mengetahui Bahan Konduktor dan Bahan Isolator yang digunakan serta jumlah wire konduktornya tunggal atau serabut (lebih dari satu).

Jenis-jenis Kabel Listrik

Berdasarkan bentuknya, kabel listrik ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis kabel listrik yang sering digunakan untuk menghantarkan arus listrik ataupun kabel-kabel listrik yang berfungsi untuk transmisi data.
  • Kabel Berpasangan (Paired Cable), yaitu kabel yang terbuat dari dua konduktor yang diisolasi secara individual. Kabel Berpasangan atau Paired Cable ini sering digunakan untuk arus listrik DC dan arus listrik AC yang berfrekuensi rendah.
  • Kabel Twin Lead, yaitu kabel yang terdiri dari dua konduktor dengan bentuk yang mirip dengan pita. Kabel Twin Lead ini biasanya digunakan sebagai media transmisi yang menghubungkan Antena dengan Receiver (perangkat penerima sinyal) seperti Radio ataupun Televisi. Kabel Twin Lead ini sering disebut juga dengan kabel 300Ω karena impedansinya adalah 300Ω.
  • Kabel Shielded Twin Lead, kabel jenis ini mirip dengan kabel berpasangan atau paired cable, namun pada bagian dalam kabel dikelilingi oleh lapisan logam tipis yang terhubung ke wire konduktor ground. Lapisan logam tipis ini berfungsi untuk melindungi kabel dari medan magnet atau untuk menghindari gangguan lainnya yang berpotensi menyebabkan sinyal Noise pada kabel yang bersangkutan.
  • Kabel Multi Konduktor (Multiple Conductor Cable), yaitu kabel yang terdiri dari sejumlah konduktor dengan bungkusan Isolator secara individual yang warna-warni. Kabel jenis ini biasanya digunakan di perangkat listrik rumah tangga ataupun instalasi listrik rumah.
  • Kabel Koaksial (Coaxial Cable), yaitu kabel yang digunakan untuk menghantarkan sinyal frekuensi tinggi. Kabel Koaksial memiliki dua konduktor yang mana satu konduktor berada di rongga luar mengelilingi satu konduktor tunggal yang dipisahkan oleh bahan Isolator. Kabel jenis ini memiliki impedansi transmisi yang konstan serta tidak menghasilkan medan magnet sehingga cocok untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi.
  • Kabel Pita (Ribbon), kabel jenis ini sering disebut juga dengan Kabel Pelangi dan biasanya digunakan pada aplikasi atau rangkaian elektronik yang memerlukan banyak kawat konduktor sebagai penghubung. Kabel Pita atau Ribbon yang memiliki fleksibilitas tinggi ini umumnya digunakan pada rangkaian yang memerlukan tegangan rendah terutama pada rangkaian sistem digital.
  • Kabel Serat optik (Fiber optic Cable), yaitu kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik halus yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lainnya. Sumber cahayanya dapat berupa sinar Laser ataupun sinar LED. Diameter kabel serat optik sekitar 120 mikrometer.
  • Kabel pasangan berpilin (Twisted pair cable), Twisted pair Cable pada dasarnya merupakan sepasang kabel tembaga yang diputar bersama-sama berbentuk spiral dan dibungkus dengan lapisan plastik. Twisted Pair Cable ini pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Kabel UTP (unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Diameter Twisted Pair sekitar 0,4mm hingga 0,8mm.

MICROWAVE

Kurniwan's: Pengertian Dan Cara Kerja Microwave Oven
Microwave adalah sebuah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 1 milimeter sampai 1 meter dan berfrekuensi antara 300 megahertz sampai 300 gigahertz. Oven adalah sebuah peralatan dapur yang digunakan untuk memasak atau memanaskan makanan, jadi Microwave oven adalah sebuah peralatan dapur yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak atau memanaskan makanan.


A. Bentuk Fisik
Microwave oven yang sekarang beredar dipasaran sangat banyak bentuknya. Teknologi yang digunakan juga sudah semakin beragam. Pada Gambar dibawah menunjukan sebuah microwave oven dan komponen-komponen penyusun dari sebuah microwave oven. Berikut adalah gambar dari sebuah microwave oven yang biasa digunakan di rumah tangga untuk memasak.



Microwave Oven



B. Komponen-komponen Microwave Oven

1. Magnetron


Sanyo Magnetron


Magnetron merupakan bagian inti dari microwave oven. Komponen ini akan mengubah energi listrik menjadi radiasi gelombang mikro. Pada bagian dalam magnetron, electron dipancarkan dari sebuah terminal central yang disebut katode. Kutub positif yang disebut anode mengelilingi katode menarik elektron-elektron. Selama perjalanan pada garis lurus, magnet permanen memaksa elektron untuk bergerak dalam jalur melingkar. Seiring elektron-elektron melewati resonansi di dalam ruangan oven, elektron-elektron tersebut menghasilkan gelombang medan magnet yang terus-menerus.


Skema Magnetron


2. Waveguide


Waveguide dalam Microwave Oven


Waveguide adalah sebuah komponen yang didesain untuk mengarahkan gelombang. Untuk tiap jenis gelombang waveguide yang digunakan tidak sama. Waveguide untuk gelombang mikro dapat dibangun dari bahan konduktor.


3. Microwave Stirrer


Microwave Stirrer


Komponen yang menyerupai baling-baling ini digunakan untuk menyebarkan gelombang mikro di dalam microwave oven. Biasanya dikombinasikan dengan sebuah komponen seperti piringan yang dapat diputar pada bagian bawah. Kombinasi ini memungkinkan kecepatan tingkat kematangan yang merata saat memasak.


C. Cara Kerja

Berikut adalah cara kerja dari sebuah microwave oven dalam memanaskan sebuah objek:
1. Arus listrik bolak-balik dengan beda potensial rendah dan arus searah dengan beda potensial tinggi diubah dalam bentuk arus searah.
2. Magnetron menggunakan arus ini untuk menghasilkan gelombang mikro dengan frekuensi 2,45 GHz.

3. Gelombang mikro diarahkan oleh sebuah antenna pada bagian atas magnetron ke dalam sebuah waveguide.

4. Waveguide meneruskan gelombang mikro ke sebuah alat yang menyerupai kipas, disebut dengan stirrer. Stirrer menyebarkan gelombang mikro di dalam ruang oven.

5. Gelombang mikro ini kemudian dipantulkan oleh dinding dalam oven dan diserap oleh molekul-molekul makanan.

6. Karena setiap gelombang mempunyai sebuah komponen positif dan negatif, molekul-molekul makanan didesak kedepan dan kebelakang selama 2 kali kecepatan frekuensi gelombang mikro, yaitu 4,9 juta kali dalam setiap detik.


Gelombang mikro merupakan hasil radiasi yang dapat ditransmisikan, dipantulkan atau diserap tergantung dari bahan yang berinteraksi dengannya. Oven microvawe memanfaatkan 3 sifat dari gelombang mikro tersebut dalam proses memasak. Gelombang mikro dihasilkan oleh magnetron, gelombang tersebut ditransmisikan ke dalam waveguide, lalu gelombang tersebut dipantulkan ke dalam fan stirrer dan dinding dari ruangan didalam oven, dan kemudian gelombang tersebut diserap oleh makanan. Microwave oven dapat membuat air berputar, putaran molekul air akan mendorong terjadinya tabrakan antar molekul. Tabrakan antar molekul inilah yang akan membuat molekul-molekul tersebut memanas. Perlu diingat bahwa sebagian besar makanan memiliki kadar air didalamnya dan jika makanan tersebut memiliki kadar air berarti efek yang sama akan terjadi jika makanan tersebut dimasukan dalam microwave oven. Selain itu harus dingat juga bahwa molekul makanan yang lain akan menjadi panas karena ada kontak langsung antara molekul tersebut dengan molekul air yang memanas.


Melalui perpindahan energi, panas disebabkan oleh pergerakan molekul-molekul. Perpindahan energi ini dapat terjadi dengan 3 cara berbeda, yaitu:
1. Konduksi
Terjadi karena adanya kontak langsung dengan sumber panas, contoh papan pengorengan yang menjadi panas setelah bersentuhan dengan sumber api pada kompor.


2. Konveksi
Konveksi terjadi ketika uap panas naik atau uap berputar di dalam ruangan tertutup seperti oven. Panas uap ini akan memanaskan bagian luar makanan dan diteruskan sampai bagian dalam makanan tersebut.


3. Radiasi
Terjadi karena adanya gelombang elektromagnetik yang membuat molekul-molekul air bergerak.


D. Tipe Microwave Oven

Dipasaran ada beberapa tipe dari microwave oven, pembagian tipe microwave oven tersebut didasarkan pada ukuran dari microwave tersebut. Klasifikasinya dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Compact Microwave
Compact microwave disebut juga sebagai portable microwave, yaitu tipe terkecil dari mikrowave oven. Ukuran dari oven jenis ini sekitar 46 cm untuk lebarnya, 35 cm untuk tebalnya dan 30 cm untuk tingginya. Tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan oven jenis ini antara 500 sampai 1000 watt. Harga dari microwave oven jenis ini kurang dari $100 US.


2. Medium Capacity Microwave
Microwave jenis ini empunyai ukuran lebih besar dari compact microwave. Untuk tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan oven jenis ini sekitar 1000-1500 watt. Jenis microwave ini mempunyai kemampuan untuk memasak dan menghangatkan makanan lebih cepat dibanding dengan compact microwave.


3. Large Capacity Microwave
Jenis oven ini adalah jenis yang terbesar dengan ukuran lebih besar daripada medium microwave. Tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan oven jenis ini mencapai 2000 watt. Large microwave cocok digunakan untuk restoran ataupun tempat-tempat yang membutuhkan makanan dalam jumlah yang besar.


E. Dampak Pemakaian Microwave Oven

1. Dampak Positif
- Cepat panasnya makanan yang dipanaskan.
- Pemanasan bisa merata pada semua bagian makanan yang dipanaskan.
- Praktis dalam penggunaannya sehingga bisa mengefisienkan waktu.


2. Dampak Negatif
- Membutuhkan energi (listrik) yang cukup besar untuk mengoperasikan microwave oven.
- Menimbulkan resiko jika tidak mengerti cara penggunaannya.

AIR FRYER



Air fryer adalah alat memasak yang fungsi utamanya adalah menggoreng makanan tanpa minyak, sehingga makanan anda lebih sehat dan bebas minyak. Canggih, kan? Mungkin banyak yang masih asing dengan alat tersebut, karena memang di Indonesia sendiri penggunaannya masih jarang. Tapi sekedar informasi, di luar negeri, air fryer ini sudah menjadi alat memasak yang umum digunakan lho. Kalau di Indonesia, sebenarnya sudah banyak beredar air fryer dengan berbagai merk, salah satunya Maspion Electric Air Fryer AF-250) yang berkapasitas cukup besar sekitar 2,5 L.
Jadi apa itu air fryer? Berikut saya jelaskan selengkapnya untuk anda.

1. Cara kerja
Cara kerja air fryer pada makanan adalah dengan mengedarkan udara panas berkecepatan tinggi mengelilingi makanan. Udara panas tersebut didapat dari kipas mekanik yang terdapat di dalam alat. Suhu panas yang tinggi tersebut membuat kandungan air dalam makanan menguap, sehingga akan mematangkan sekaligus menghasilkan tekstur renyah pada gorengan atau masakan anda.
2. Jenis
Di pasaran, terdapat tiga jenis air fryer yang bisa anda temukan:
Basket air fryer
Basker air fryer ini merupakan jenis air fryer yang paling umum digunakan. Bentuknya hampir mirip seperti teko, namun permukaannya lebih bundar dan terdapat banyak tombol pada alat. Uniknya, cara membuka-tutup alat ini dari samping, seperti ketika anda membuka laci. Karena bentuk wadahnya yang seperti loyang, anda bisa menggunakan basket air fryer ini untuk menggoreng makanan yang tidak terlalu kering. Anda bahkan bisa memanggang kue di sini.
Paddle air fryer
Berbeda dari basket air fryer, paddle air fryer ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan magic com, cara membuka-tutupnya pun dari atas. Di bagian tengah alat, terdapat seperti baling-baling yang berfungsi mengalirkan udara panas pada makanan. Paddle air fryer ini paling cocok digunakan untuk menggoreng makanan seperti frozen food dengan permukaan yang sangat renyah
Oil-free turkey fryer
Dibanding jenis air fryer lainnya, oil free turkey ini memiliki ukuran dan kapasitas yang paling besar. Bentuknya mirip seperti panci yang berkaki. Terdapat dua gagang di kanan-kiri yang memudahkan anda untuk memegangnya. Bagian tutupnya juga terpisah dan tidak menyatu seperti air fryer lainnya. Jadi anda bisa lebih leluasa ketika memasukkan makanan. Karena kapasitasnya yang besar, biasanya oil-free turkey air fryer ini digunakan untuk memanggang ayam atau kalkun utuh.
3. Jenis masakan yang bisa digunakan
Dengan air fryer, anda bisa menggoreng berbagai makanan seperti daging, frozen food, seafood, tahu dan tempe, kentang, atau kerupuk. Tak hanya itu saja, anda bisa menggunakan air fryer untuk membakar roti, memanggang steak, sampai memanggang cookies. Bahkan, anda juga bisa membuat keripik dengan air fryer ini lho.
4. Kelebihan dan kekurangan
Air fryer memiliki kelebihan sebagai berikut.
Lebih sehat
Karena tidak menggunakan minyak sama sekali atau menggunakan minyak dengan jumlah seminimal mungkin saat memasak, hasil masakan jadi lebih sehat. Jadi, anda tidak perlu lagi menyetok minyak goreng terlalu banyak di rumah.
Hasil gorengan lebih renyah dan krispi
Sebab kandungan air dalam makanan akan menguap sempurna saat dimasak.
Tidak merubah rasa
Rasa gorengan tetap enak, sama seperti ketika anda menggoreng dengan menggunakan minyak. Hanya saja hasil gorengan air fryer tidak berminyak sama sekali.
MultifungsI
Selain untuK menggoreng, air fryer juga bisa digunakan untuk memanggang dan membakar. Hal tersebut karena terdapat beberapa pilihan bentuk wadah seperti panci, besi pemanggang, dan lain-lain.
Praktis
Anda bisa meninggalkannya sambil mengerjakan pekerjaan lain tanpa takut makanan gosong, karena anda bisa mengatur waktu dan suhu memasak. Sehingga air fryer ini akan sangat cocok bagi anda yang tak punya banyak waktu di dapur.
Aman
Memasak dengan menggunakan air fryer bisa meminimalisir kecelakaan di dapur seperti terciprat minyak panas ataupun tersenggol wajan. Jadi anda tidak perlu merasa khawatir ketika menggunakan air fryer.
Ada kelebihan, pasti ada kekurangannya juga dong. Nah, ini dia beberapa kekurangan dari air fryer:
Mahal
Karena fungsinya yang canggih, otomatis harga air fryer juga mahal, jadi hanya bisa terjangkau oleh kalangan tertentu saja. konsumsi  listriknya juga terbilang cukup besar, jadi anda harus mengeluarkan biaya ekstra jika memiliki air fryer.
Tidak semua jenis masakan bisa diolah
Anda hanya bisa menggoreng bahan makanan tertentu saja, yaitu yang teksturnya padat dan kental. Anda tidak bisa menggoreng adonan yang cair dengan air fryer.
Kapasitas kecil
Mesin air fryer bisa dibilang berat dan cukup memakan tempat. Meski  begitu, kapasitasnya kecil. Jadi jika akan menggoreng dalam jumlah banyak, anda harus mengulangnya berkali-kali karena alat tidak cukup menampung untuk sekali proses saja.

Alat elektronik rumah tangga yang dapat membantu Anda mengerjakan pekerjaan sehari-hari

Alat elektronik rumah tangga yang dapat membantu Anda mengerjakan pekerjaan sehari-hari:

1. Setrika uap

Setrika Uap merupakan alat setrika yang panasnya dihasilkan dari uap air sehingga mampu menghaluskan pakaian dari kerut dengan lebih cepat dan mudah. Penggunaannya sangat praktis, nyalakan setrika uap, gantungkan pakaian Anda pada gantungan yang tersedia, setelah uap terbentuk, gerakkan mulut pipa ke atas dan kebawah hingga pakaian halus dan rapi. Dengan setrika uap ini, Anda dapat menghemat waktu setrika hingga 50%. Sangat praktis bukan?

2. Microwave

Saat ini microwave sudah menjadi peralatan dapur yang penting karena sangat membantu mempersiapkan atau menghangatkan makanan praktis dan cepat. Banyak pilihan microwave yang tersedia di pasaran, dengan berbagai fungsi tambahan. Microwave dengan daya yang lebih tinggi biasanya mampu memasak lebih cepat daripada microwave dengan daya listrik rendah, tapi Anda juga harus menyesuaikan dengan kapasitas listrik yang Anda milili rumah. Pastikan Anda memilih microwave sesuai dengan kebutuhan.
microwave murah

3. Toaster

Sarapan merupakan menu penting dalam keseharian Anda, menu sarapan Anda merupakan sumber energi utama untuk aktivists seharian. Untuk itu pastikan Anda mengkonsumsi menu sarapan yang bergizi. Namun mempersiapkan sarapan di pagi hari terkadang sangat sulit, ditambah lagi dengan keterbatasan waktu. Gunakan toaster untuk mempersiapkan sarapan Anda dengan lebih cepat dan praktis. Dengan toaster Anda akan mendapatkan roti bakar dalam waktu singkat. Nyalakan timer nya, sehingga tidak perlu khawatir roti akan menjadi gosong saat Anda melakukan persiapan lain.

4. Air fryer

Siapa yang tidak suka dengan gorengan? Hampir semua orang menyukai gorengan baik itu tempe, tahu, ayam goreng, kerupuk, dan lainnya. Namun gorengan disebutkan kurang baik bagi kesehatan karena mengandung kolesterol tinggi yang berasal dari minyak goreng. Dengan air fryer maka Anda dapat menyajikan gorengan yang relatif sehat dengan mengurangi kandungan kolesterol dalam makanan tersebut. Di dalan air fryer, makanan tersebut ‘digoreng’ dengan menggunakan teknologi uap panas. Makanan Anda akan matang dalam waktu yang lebih singkat, dan tidak peril menunggu serta membolakbalikan makanan tersebut. Sehingga Anda data menggunakan waktu menggoreng untuk melakukan hal lain, hemat waktu dan dapat menekan uang belanja minyak goreng.

5. Filter air minum

Saat ini hampir seluruh rumah menggunakan air dalam kemasan galon untuk kebutuhan sehari-hari. Selain lebih praktis, kualitas air di perkotaan juga judah jauh menurun akibat polusi lingkungan. Namun apa yang terjadi jika Anda kehabisan air minum karena lupa membeli air minum kemasan galon? Tentu sangat menyebalkan bukan. Untuk itu tak ada salahnya jika Anda menambahkan infestasi berupa seperangkat filter air minum. Filter air minum ini dapat mengubah air pam menjadi air layak minum karena adanya filter yang berlapis. Dengan filter air minum ini, maka Anda tak perlu khawatir kehabisan air minum pada waktu tertentu.

6. Robot Pembersih Lantai

Untuk menghadirkan alat elektronik yang satu ini ke dalam rumah, mungkin Anda harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Tapi kehadirannya akan sangat membantu Anda untuk mewujudkan rumah yang bersih dan nyaman. Robot Pembersih Lantai ini akan menghisap debu dan mengepel lantai tanpa perlu dikendalikan, semua sudah terprogram dengan baik.
Robot pembersih lantai ini akan berputar menjelajahi seluruh area rumah Anda, dan akan kembali ke ‘rumah’ – nya saat baterai mulai lemah. Bahkan beberapa tipe dilengkapi dengan aplikasi yang menghubungkan antara robot pembersih lantai di rumah dengan telepon genggam Anda. Sehingga Anda dapat mengendalikan robot untuk membersihkan rumah pada waktu tertentu sesuai dengan keinginan Anda.

KOMPONEN ELEKTRONIKA AKTIF

Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif

Komponen Elektronika Aktif (Active Electronic Components)

Komponen Elektronika Aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus eksternal untuk dapat beroperasi. Dengan kata lain, komponen elektronika aktif hanya dapat berfungsi apabila mendapatkan sumber arus listrik dari luar (eksternal).
Komponen-komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen Aktif adalah Dioda, Transistor dan IC (Intragrated Circuit) yang terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon, germanium, selenium dan metal oxides.

– Dioda

Dioda adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Dioda terdiri dari dua Elektroda yaitu Anoda dan Katoda. Yang termasuk dalam keluarga Dioda diantaranya seperti LED (Light Emitting Diode), DIAC, Dioda Zener, Dioda Penyearah, Dioda Foto, Dioda Schottky, Dioda Tunnel dan Dioda Laser.

– Transistor

Transistor adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi sebagai Penguat, Penyearah, Pengendali, Mixer dan Osilator. Komponen yang termasuk dalam keluarga Transistor diantaranya seperti Transistor Bipolar (NPN & PNP), Transistor Foto, TRIAC, MOSFET, JFET dan UJT.

– IC (Integrated Circuit/Sirkuit Terpadu)

Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Berdasarkan fungsinya, IC dapat dikelompokan lagi menjadi IC Pewaktu (Timer), IC Comparator (Pembanding), IC Logic gates (Gerbang Logika), IC Switching (Pengendali) dan IC Amplifier (Penguat).

Contoh Karakteristik Aktif yang dimaksud pada Komponen Elektronika Aktif

Contoh pada Komponen Dioda, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Dioda merupakan komponen elektronika aktif sehingga memerlukan sumber arus listrik dari luar (eksternal) untuk mengoperasikannya.  Sebuah Dioda yang dipasangkan pada suatu rangkaian elektronika yang telah diberikan arus listrik tidak akan bekerja (beroperasi) untuk menghantarkan arus listrik apabila tegangan yang diterimanya belum mencapai titik tegangan tertentu. Khusus untuk dioda yang terbuat dari bahan silikon memerlukan tegangan 0,7V sedangkan untuk dioda yang terbuat dari bahan germanium memerlukan 0,3V untuk dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

KOMPONEN ELEKTRONIKA PASIF

Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif

Komponen Elektronika Pasif (Pasive Electronic Components)

Komponen Elektronika Pasif adalah jenis Komponen elektronika yang tidak memerlukan sumber arus listrik eksternal untuk pengoperasiannya. Komponen-komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif diantaranya seperti Resistor, Kapasitor dan Induktor.

– Resistor

Resistor atau Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Resistor diantaranya seperti Resistor bernilai tetap, resistor yang dapat diatur hambatannya (variable resistor atau potensiometer), LDR (Light Dependent Resistor) dan Thermistor (PTC dan NTC).

– Kapasitor

Kapasitor (Capacitor) atau Kondensator (Condensator) adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Kapasitor tersebut diantaranya adalah Kapasitor nilai tetap (Keramik, kertas, mika, tantalum dan elektrolit), kapasitor yang nilai dapat diatur kapasitasnya (VARCO dan Trimmer).

– Induktor

Induktor atau dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika Pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan. Induktor akan menimbulkan medan magnet saat dialiri arus listrik. Satuan Induktansi pada Induktor adalah Henry (H). Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Induktor diantaranya seperti air core inductor, iron core inductor, ferrite core inductor, torroidal core inductor, laminated core inductor dan variable inductor.

Contoh Karakteristik Pasif yang dimaksud pada Komponen Elektronika Pasif

Contoh pada komponen Resistor. Tidak seperti Dioda, Resistor tidak memerlukan tegangan 0,3V atau 0,7V untuk bekerja. Begitu Resistor diberikan tegangan, resistor mulai bekerja secara otomatis tanpa harus menunggu hingga mencapai tegangan tertentu.

MEMS (Micro Electro Mechanical Systems)

MEMS

Loncat ke navigasiLoncat ke pencaria
MEMS (Micro Electro Mechanical Systems) adalah reraga/struktur peralatan elektro-mekanik terdiri dari sensor mikro, aktuator mikro dan peraga pendukung lainnya di dalam ukuran miniatur seukuran rangkaian keping terpadu (IC). Sebagaimana halnya dengan rangkaian keping terpadu, bahan substrat dasar yang digunakan untuk membuat MEMS komersial umumnya adalah silikon.
Tungau dengan ukuran kurang dari 1 mm berada pada peralatan MEMS
Contoh aktuator mikro yang terdapat pada MEMS adalah pompa mikro, pemancar (jet) mikro, dan motor ukuran mikro. Contoh sensor yang terdapat pada MEMS misalnya adalah sensor tekanan, sensor temperatur, dan sensor aliran dalam ukuran mikro. Dengan teknologi ini, pada saat ini sudah dimungkinkan mewujudkan apa yang disebut sebagai "Lab on Chip". Contoh dari produk ini misalnya apa yang dikenal sebagai DNA chip.

TERMISTOR

Termistor

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Termistor (Inggristhermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).
Termistor NTC yang tersambung pada kabel terisolasi
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya.

SAKLAR

√ Saklar : Pengertian, Fungsi, Contoh dan Jenis Terlengkap

Pengertian Saklar

Saklar merupakan suatu pemutusan dan juga penyambungan arus listrik atau aliran listrik. Penggunaan saklar selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika yang berarus lemah.
Saklar Listrik itu sendiri dapat digolongkan dari berdasarkan jumlah Kondisi yang dimilikinya. Jumlah dari Kontak dan kondisi yang dimiliki tersebut biasanya disebut dengan istilah “Pole” dan “Throw”.

Keadaan Saklar

1. Keadaan Membuka
Ketika keadaan membuka ini dapat membuat tegangan arus listrik atau aliran dari arus listrik ini dapat tidak tersambung yang membuat arus listrik tidak dapat mengalir karena saklar membuka.
2. Keadaan Tertutup
Ketika keadaan tertutup maka akan terjadi tersambungnya aliran listrik atau arus listrik yang tersambung dan dapat memberikan arus listrik.
Saklar dapat berganti-gantian keadaan yaitu dapat membuka dan dapat menutup. Alat yang di pakai ini memang di rancang untuk dapat memiliki dua keadaan untuk dapat membuka dan menutup sehingga pemakaian arus listrik dapat terkontrol dengan baik.
Rangkaian listrik dapat di rubah menjadi suatu rangkaian terbuka atau juga dapat di rubah menjadi suatu rangkaian tertutup. Keadaan rangkaian tertutup akan dapat membuat arus listrik yang ada akan dapat mengalir ke dalam rangkaian tersebut.
Akan tetapi jika saklar ini di buka maka akan terjadi rangkaian terbuka yang membuat arus listrik berhenti dan tidak dapat mengalir ke dalam rangkaian.

Contoh Penggunaan Saklar

  • Tombol on/off dan volume up down di ponsel
  • Tombol on/off di TV, tombol-tombol di remote TV
  • Saklar dinding untuk menghidupkan dan mematikan lampu listrik
  • Tombol on/off di laptop atau komputer
  • Tombol-tombol keyboard pada laptop atau komputer
  • Tombol on/off dan tombol pilihan kecepatan di kipas angin

Fungsi Saklar

  • Sebagai alat yang dapat memutuskan dan juga menyambungkan arus listrik yang ada di dalam rangkaian.
  • Untuk engatur arus listrik yang masuk dan keluar.
  • Untuk memberikan kenyamanan ketika ada hal yang tidak di inginkan.

Jenis – Jenis Saklar Listrik

  • SPST : Single Pole Single Throw ialah suatu Saklar ON/OFF yang paling sederhana dengan hanya memiliki 2 Terminal. Contohnya Saklar Listrik ON/OFF pada lampu.
  • SPDT : Single Pole Double Throw yaitu salah satu jenis Saklar yang memiliki 3 Terminal. Saklar jenis ini dapat digunakan sebagai Saklar Pemilih. Contohnya Saklar pemilih Tegangan Input Adaptor yaitu 110V atau 220V.
  • DPST : Double Pole Single Throw yakni sebuah saklar yang memiliki 4 Terminal. DPST dapat diartikan sebagai 2 Saklar SPST yang dikendalikan dalam satu mekanisme.
  • DPDT : Double Pole Double Throw adalah suatu jenis saklar yang memiliki 6 Terminal. DPDT dapat diartikan sebagai 2 Saklar SPDT yang dikendalikan dalam satu mekanisme.
  • SP6T : Single Pole Six Throw merupakan salah satu saklar yang memilki 7 Terminal yang pada umumnya berfungsi sebagai Saklar pemilih. Jenis Saklar ini banyak ditemui dalam Rangkaian Adaptor yang dapat memilih berbagai Tegangan Output, misalnya pilihan output 1,5V, 3V, 4,5V, 6V, 9V dan 12V.

STRAIN GAUGE

R632124-01.jpg

Pengertian Strain Gauge

Strain Gauge adalah komponen elektronika yang dipakai untuk mengukur tekanan (deformasi atau strain). Alat ini berbentuk foil logam atau kawat logam yang bersifat insulatif (isolasi) yang ditempel pada benda yang akan diukur tekanannya, dan tekanan berasal dari pembebanan. Prinsipnya adalah jika tekanan pada benda berubah, maka foil atau kawat akan terdeformasi, dan tahanan listrik alat ini akan berubah. Perubahan tahanan listrik ini akan dimasukkan kedalam rangkaian jembatan Whetstone yang kemudian akan diketahui berapa besar tahanan pada Strain Gauge.

Sensor strain gauge pada umumnya adalah tipe metal-foil, dimana konfigurasi grid dibentuk oleh proses photoeching. Karena prosesnya sederhana, maka dapat dibuat bermacam macam ukuran gauge dan bentuk grid. Untuk macam gauge yang terpendek yang tersedia adalah 0,20 mm; yang terpanjang adalah 102 mm. Tahanan gauge standard adalah 120 mm dan 350 ohm, selain itu ada gauge untuk tujuan khusus tersedia dengan tahanan 500, 1000, dan 1000 ohm.

Sg adalah factor gauge atau konstanta kalibrasi untuk gauge. Factor Sg selalu lebih kecil dari sensitivitas alloy metallic Sa karena konfigurasi grid dari gauge dengan konduktor transverse lebih kecil responsifnya ke strain axial dari pada konduktor lurus uniform.

Pengukuran ketegangan menggunakan strain gauge dilakukan dengan menempatkan strain gauge pada rangkaian jembatan. Dalam prakteknya, orde pengukuran strain tidak lebih dari milistrain (e x 10-3), oleh karena itu pengukuran ketegangan memerlukan pengukuran yang sangat akurat dari perubahan yang sangat kecil dari resistansinya.

Macam-macam Strain Gauge

Sensor gaya muatan Berfungsi untuk mengubah gaya, beban, torsi dan regangan menjadi resistansi/hambatan. Sensor ini terbuat dari kawat tahanan tipis berdiameter sekitar 1 mm. Kawat tahanan yang biasa digunakan adalah campuran dari bahan konstantan (60 % Cu dan 40 % Ni).  Kawat tahanan ini dilekatkan pada papan penyangga membentuk strain gauge dengan tipe-tipe:

  • Bonded strain gage
Susunan kawat tahanan di dalamnya berliku-liku sehingga memudahkan pendeteksian terhadap gaya tekanan yang tegak lurus dengan arah panjang lipatan kawat, karena tekanan akan menarik kabel sehingga meregang. Dengan meregannya starin gage, maka terjadi perubahan resistansi kawat

  • Unbonded strain gage
Jenis strain gage yang dibentuk dengan kawat tahanan yang terpasang lurus dan simetris. Jika papan atau rangka mendapat tekanan dari luar, maka resistansinya akan bertambah

Prinsip kerja Strain Gauge

Sensor strain gauge adalah grid metal-foil yang tipis yang dilekatkan pada permukaan dari struktur. Apabila komponen atau struktur dibebani, terjadi strain dan ditransmisikan ke foil grid. Tahanan foil grid berubah sebanding dengan strain induksi beban. Sensor strain gauge pada umumnya adalah tipe metal-foil, dimana konfigurasi grid dibentuk oleh proses photoeching. Karena prosesnya sederhana, maka dapat dibuat bermacam macam ukuran gauge dan bentuk grid. Untuk macam gauge yang terpendek yang tersedia adalah 0,20 mm; yang terpanjang adalah 102 mm. Tahanan gauge standard adalah 120 mm dan 350 ohm, selain itu ada gauge untuk tujuan khusus tersedia dengan tahanan 500, 1000, dan 1000 ohm.

Gaya yang diberikan pada suatu benda logam (material ferrit / konduktif), selain menimbulkan deformasi bentuk fisik juga menimbulkan perubahan sifat resistansi elektrik benda tersebut.

Dengan menempelkan jenis material tersebut pada suatu benda uji (specimen) menggunakan suatu perekat yang isolatif terhadap arus listrik, maka material tadi akan menghasilkan adanya perubahan resistansi yang nilainya sebanding terhadap deformasi bentuknya.

Apabila ada gaya akan mengubah nilai resistansinya, perubahan resistansinya sesuai dengan gaya yang diberikan. Prinsip dasar dari penggunaan hambatan listrik strain gauge merupakan fakta bahwa hambatan dari perubahan kawat sebagai fungsi tegangan, meningkat dengan tekanan dan menurun dengan adanya pemampatan. Perubahan dalam hambatannya diuur dengan menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone. Strain gauge terikat pada spesimen dan kemudian pengukur (gauge) dikenanan pada tekanan yang sama sebagaimana spesimen yang sedang dalam pengujian (U.A.Bakshi, 2008).

Aplikasi Strain Gauge

Secara umum, aplikasi dari strain gauge digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan tekanan pada suatu materi uji. Strain gauge sering digunakan dalam penelitian teknik mesin dan pengembangan untuk mengukur tekananan yang dilakukan oleh mesin. Pengujian komponen pada pesawat merupakan salah satu area penggunaannya, berbagai komponen penting dari rangka pesawat menggunakan strain gauge untuk menguji ketahanannya terhadap tekanan (Carpenter, 2008).

Aplikasi lain dari strain gauge juga dapat ditemukan dalam bidang biomedis. Beberapa contoh aplikasinya antara lain: dapat digunakan sebagai untuk mengukur kontraksi otot kardia secara kontinyu, dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah untuk mengetahui abnormalitas dari kardiovaskular, untuk mengukur laju pernapasan, dan juga secara luas dikembangkan untuk mendeteksi tekanan yang cocok dalam melakukan pemasangan anggota tubuh buatan (C. Raja Rao, 2000).

Aplikasi lain strain gauge :
1.      Digunakan pada pengkur berat badan digital
2.      Timbangan Digital pada kapasitas berat yang diangkut oleh bus, truck, dll.
3.      Mengukur batas maksimal tumpangan pada lift

SPEAKER

Pengertian Speaker dan Prinsip kerjanya

Pengertian Speaker dan jenis-jenisnya
Pengertian Speaker dan Prinsip Kerjanya – Kita dapat mendengarkan musik radio, mendengarkan suara dari drama televisi ataupun suara dari lawan bicara kita di ponsel, semua ini karena adanya komponen Elektronika yang bernama Loudspeaker yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Pengeras Suara. Loudspeaker atau lebih sering disingkat dengan Speaker adalah Transduser yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi Frekuensi Audio (sinyal suara) yang dapat didengar oleh telinga manusia dengan cara mengetarkan komponen membran pada Speaker tersebut sehingga terjadilah gelombang suara.

Bagaimana Suara dapat dihasilkan ?

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Loadspeaker (Pengeras Suara), sebaiknya kita mengetahui bagaimana suara dapat dihasilkan. Yang dimaksud dengan “Suara” sebenarnya adalah Frekuensi yang dapat didengar oleh Telinga Manusia yaitu Frekuensi yang berkisar di antara 20Hz – 20.000Hz. Timbulnya suara dikarenakan adanya fluktuasi tekanan udara yang disebabkan oleh gerakan atau getaran suatu obyek tertentu. Ketika Obyek tersebut bergerak atau bergetar, Obyek tersebut akan mengirimkan Energi Kinetik untuk partikel udara disekitarnya. Hal ini dapat di-anologi-kan seperti terjadinya gelombang pada air. Sedangkan yang dimaksud dengan Frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Frekuensi dipengaruhi oleh kecepatan getaran pada obyek yang menimbulkan suara, semakin cepat getarannya makin tinggi pula frekuensinya.

Prinsip Kerja SpeakerStruktur Dasar Loudspeaker

Pada gambar diatas, dapat kita lihat bahwa pada dasarnya Speaker terdiri dari beberapa komponen utama yaitu Cone, Suspension, Magnet Permanen, Voice Coil dan juga Kerangka Speaker.
Dalam rangka menterjemahkan sinyal listrik menjadi suara yang dapat didengar, Speaker memiliki komponen Elektromagnetik yang terdiri dari Kumparan yang disebut dengan Voice Coil untuk membangkitkan medan magnet dan berinteraksi dengan Magnet Permanen sehingga menggerakan Cone Speaker maju dan mundur. Voice Coil adalah bagian yang bergerak sedangkan Magnet Permanen adalah bagian Speaker yang tetap pada posisinya. Sinyal listrik yang melewati Voice Coil akan menyebabkan arah medan magnet berubah secara cepat sehingga terjadi gerakan “tarik” dan “tolak” dengan Magnet Permanen. Dengan demikian, terjadilah getaran yang maju dan mundur pada Cone Speaker.
Cone adalah komponen utama Speaker yang bergerak. Pada prinsipnya, semakin besarnya Cone semakin besar pula permukaan yang dapat menggerakan udara sehingga suara yang dihasilkan Speaker juga akan semakin besar.
Suspension yang terdapat dalam Speaker berfungsi untuk menarik Cone ke posisi semulanya setelah bergerak maju dan mundur. Suspension juga berfungsi sebagai pemegang Cone dan Voice Coil. Kekakuan (rigidity), komposisi dan desain Suspension sangat mempengaruhi kualitas suara Speaker itu sendiri.

Simbol dan Bentuk Speaker

Berikut ini adalah Simbol dan bentuk Loudspeaker (Speaker) :
Simbol dan bentuk Loudspeaker

Jenis-jenis Speaker

Berdasarkan Frekuensi yang dihasilkan, Speaker dapat dibagi menjadi :
  1. Speaker Tweeter, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Tinggi (sekitar 2kHz – 20kHz)
  2. Speaker Mid-range, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Menengah (sekitar 300Hz – 5kHz)
  3. Speaker Woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Rendah (sekitar 40Hz – 1kHz)
  4. Speaker Sub-woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi sangat rendah yaitu sekitar 20Hz – 200Hz.
  5. Speaker Full Range, yaitu speaker yang dapat menghasilkan Frekuensi Rendah hingga Frekuensi Tinggi.
Berdasarkan Fungsi dan bentuknya, Speaker juga dapat dibedakan menjadi :
  1. Speaker Corong
  2. Speaker Hi-fi
  3. Speaker Handphone
  4. Headphone
  5. Earphone
  6. Speaker Televisi
  7. Speaker Sound System (Home Theater)
  8. Speaker Laptop

Pengertian Speaker Aktif dan Speaker Pasif

Speaker yang digunakan untuk Sound System Entertainment pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu Speaker Pasif dan Speaker Aktif. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis Speaker ini.
  1. Speaker Pasif (Passive Speaker)
    Speaker Pasif adalah Speaker yang tidak memiliki Amplifier (penguat suara) di dalamnya. Jadi Speaker Pasif memerlukan Amplifier tambahan untuk dapat menggerakannya. Level sinyal harus dikuatkan terlebih dahulu agar dapat menggerakan Speaker Pasif. Sebagian besar Speaker yang kita temui adalah Speaker Pasif.
  1. Speaker Aktif (Active Speaker)
    Speaker Aktif adalah Speaker yang memiliki Amplifier (penguat suara) di dalamnya. Speaker Aktif memerlukan kabel listrik tambahan untuk menghidupkan Amplifier yang terdapat didalamnya.